Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Capital Financial Indonesia Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Capital Financial Indonesia Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Capital Financial Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp1.800 (kapitalisasi pasar 107,05 T, volume 24 jam 185,1 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Capital Financial Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 112,9× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,56 jt vs 185,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CASASQMI
Kapitalisasi Pasar
107,05 T947,79 M
Volume
185,1 rb13,56 jt
Lot
1,85 rb135,59 rb
Perputaran
353,89 jt797,5 jt
Harga Rata-rata
1.911,958,82
Nilai Transaksi
353,89 jt797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.80057
Volume Ekuilibrium Indikatif
509,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CASA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Capital Financial Indonesia Tbk.

PT Capital Financial Indonesia Tbk (the Company) was established under its original name of PT Baron Indonesia based on Notarial Deed No. 13 dated Juny 4, 2009 of Yulia, S.H., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman CASA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI