Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) vs Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Cahayaputra Asa Keramik TbkTrading
Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Cahayaputra Asa Keramik Tbk dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk: Cahayaputra Asa Keramik Tbk diperdagangkan di Rp138 (kapitalisasi pasar 166,06 M, volume 24 jam 248 rb), sedangkan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.245 (kapitalisasi pasar 2,22 T, volume 24 jam 909,7 rb). Perbedaan utamanya: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk jauh lebih besar — sekitar 13,4× kapitalisasi pasar Cahayaputra Asa Keramik Tbk, dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk lebih aktif diperdagangkan (909,7 rb vs 248 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CAKKIPCC
Kapitalisasi Pasar
166,06 M2,22 T
Volume
248 rb909,7 rb
Lot
2,48 rb9,1 rb
Perputaran
34,09 jt1,12 M
Harga Rata-rata
137,441.232,55
Nilai Transaksi
34,09 jt1,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1381.245
Volume Ekuilibrium Indikatif
986

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CAKK
Lihat detail
IPCC
Lihat detail

Tentang Cahayaputra Asa Keramik Tbk

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (“the Company”) was established in Jakarta Pusat based on the Notarial Deed No. 137 dated June 29, 1995 of Winanto Wiryomartani, S.H., Notary in Jakarta. The Company began operating activities in 1997 as a ceramic manufacturer.

Selengkapnya di halaman CAKK

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC