Perbedaan Chainbase dan Taiko: Chainbase diperdagangkan di Rp1.165 (kapitalisasi pasar Rp423,7M, volume 24 jam Rp73,84M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.499 (kapitalisasi pasar Rp300,94M, volume 24 jam Rp119,85M). Perbedaan utamanya: Chainbase lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chainbase 362,6M / 1B C (37%) dibanding 201,8M / 1B TAIKO (21%) milik Taiko. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainbase selama 9 Hari dan Taiko selama 5 Hari.
| C | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp423,7M | Rp300,94M |
Volume (24h) | Rp73,84M | Rp119,85M |
Suplai yang Beredar | 362,6M / 1B C (37%) | 201,8M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →