Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Chainbase dan TAC Protocol: Chainbase diperdagangkan di Rp1.176 (kapitalisasi pasar Rp425,26M, volume 24 jam Rp73,89M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,82 (kapitalisasi pasar Rp235,7M, volume 24 jam Rp90,08M). Perbedaan utamanya: Chainbase lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Chainbase dibatasi (362,6M / 1B C (37%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainbase selama 9 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| C | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp425,26M | Rp235,7M |
Volume (24h) | Rp73,89M | Rp90,08M |
Suplai yang Beredar | 362,6M / 1B C (37%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 9 Hari | 4 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token Chainbase saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp1.205,325 dan market cap Rp438,03 juta. Sinyal teknis menunjukkan tekanan jual dominan dari moving averages, sementara oscillators netral. Token mengalami sirkulasi 37% dari total supply 1 juta token dengan rata-rata hold time 9 hari. Level support kunci berada di Rp1.141-Rp1.198, resistance di Rp1.256-Rp1.314.
Outlook jangka pendek tetap bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul jika token bisa bertahan di atas support Rp1.141, namun risiko likuiditas terbatas dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Investor harus memantau volume trading dan perkembangan ekosistem blockchain Chainbase.
TAC Protocol saat ini diperdagangkan pada Rp60,266 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem. Harga berada di dekat support S1 (Rp61) dengan resistensi terdekat di R1 (Rp72). Tidak ada update fundamental signifikan yang tercatat untuk token ini dalam beberapa minggu terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang terletak pada potensi rebound dari level oversold, namun risiko volatilitas tinggi dan volume rendah mengindikasikan likuiditas terbatas. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar level support kunci.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →