Perbedaan Chainbase dan Starknet: Chainbase diperdagangkan di Rp1.172 (kapitalisasi pasar Rp423,89M, volume 24 jam Rp73,8M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp532,38 (kapitalisasi pasar Rp3,53T, volume 24 jam Rp205,31M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 8,3× kapitalisasi pasar Chainbase, dan suplai Chainbase dibatasi (362,6M / 1B C (37%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainbase selama 9 Hari dan Starknet selama 73 Hari.
| C | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp423,89M | Rp3,53T |
Volume (24h) | Rp73,8M | Rp205,31M |
Suplai yang Beredar | 362,6M / 1B C (37%) | 6,6B STRK |
Typical Hold Time | 9 Hari | 73 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →