Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Chainbase dan Subsquid: Chainbase diperdagangkan di Rp1.178 (kapitalisasi pasar Rp425,26M, volume 24 jam Rp73,89M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp545,91 (kapitalisasi pasar Rp549,7M, volume 24 jam Rp66,43M). Perbedaan utamanya: Subsquid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chainbase 362,6M / 1B C (37%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainbase selama 9 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| C | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp425,26M | Rp549,7M |
Volume (24h) | Rp73,89M | Rp66,43M |
Suplai yang Beredar | 362,6M / 1B C (37%) | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 8 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token Chainbase saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp1.205,325 dan market cap Rp438,03 juta. Sinyal teknis menunjukkan tekanan jual dominan dari moving averages, sementara oscillators netral. Token mengalami sirkulasi 37% dari total supply 1 juta token dengan rata-rata hold time 9 hari. Level support kunci berada di Rp1.141-Rp1.198, resistance di Rp1.256-Rp1.314.
Outlook jangka pendek tetap bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul jika token bisa bertahan di atas support Rp1.141, namun risiko likuiditas terbatas dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Investor harus memantau volume trading dan perkembangan ekosistem blockchain Chainbase.
SQD saat ini diperdagangkan di Rp554,11 dengan kapitalisasi pasar Rp561,58 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish dari moving averages meski RSI dalam zona netral. Token ini memiliki supply terbatas 1,3 juta dengan 76% sudah beredar, namun tidak ada update protokol signifikan yang tercatat. Posisi harga berada dekat support S1 (Rp557) dengan tekanan jual dominan berdasarkan indikator ADX.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support, sementara risiko mencakup likuiditas terbatas dan minimnya perkembangan ekosistem. Investor perlu memantau pergerakan harga di sekitar level kunci dan update jaringan sebelum mengambil keputusan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →