Perbedaan Chainbase dan Raydium: Chainbase diperdagangkan di Rp1.100 (kapitalisasi pasar Rp426,96M, volume 24 jam Rp89,37M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp11.515 (kapitalisasi pasar Rp3,05T, volume 24 jam Rp124,06M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 7,1× kapitalisasi pasar Chainbase, dan suplai beredar Chainbase 387M / 1B C (39%) dibanding 269,5M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainbase selama 10 Hari dan Raydium selama 25 Hari.
| C | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp426,96M | Rp3,05T |
Volume (24h) | Rp89,37M | Rp124,06M |
Suplai yang Beredar | 387M / 1B C (39%) | 269,5M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →