Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bayan Resources Tbk. (BYAN) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Bayan Resources Tbk.Trading
Sumi Indo Kabel Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bayan Resources Tbk. dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Bayan Resources Tbk. diperdagangkan di Rp12.000 (kapitalisasi pasar 400,83 T, volume 24 jam 10,1 rb), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp550 (kapitalisasi pasar 709,92 M, volume 24 jam 1,86 jt). Perbedaan utamanya: Bayan Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 564,6× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Sumi Indo Kabel Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,86 jt vs 10,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BYANIKBI
Kapitalisasi Pasar
400,83 T709,92 M
Volume
10,1 rb1,86 jt
Lot
10118,57 rb
Perputaran
121,28 jt1,06 M
Harga Rata-rata
12.007,67572,16
Nilai Transaksi
121,28 jt1,06 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
550
Volume Ekuilibrium Indikatif
155

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BYAN
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Bayan Resources Tbk.

Bayan Resources Tbk, PT (the company) was established on 7 Oct 2004 based on Notaries Deed No. 12 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Dec 21, 2004. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 7 of Aulia Taufani, S.H., dated Jun 2, 2008, concerning among others, increase authorized, par value and public offering.

Selengkapnya di halaman BYAN

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI