Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) vs Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP)

Eagle High Plantations Tbk.Trading
Gunung Raja Paksi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eagle High Plantations Tbk. dan Gunung Raja Paksi Tbk.: Eagle High Plantations Tbk. diperdagangkan di Rp75 (kapitalisasi pasar 2,36 T, volume 24 jam 28,68 jt), sedangkan Gunung Raja Paksi Tbk. diperdagangkan di Rp296 (kapitalisasi pasar 3,56 T, volume 24 jam 344,8 rb). Perbedaan utamanya: Gunung Raja Paksi Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Eagle High Plantations Tbk. lebih aktif diperdagangkan (28,68 jt vs 344,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BWPTGGRP
Kapitalisasi Pasar
2,36 T3,56 T
Volume
28,68 jt344,8 rb
Lot
286,78 rb3,45 rb
Perputaran
2,15 M101,61 jt
Harga Rata-rata
74,85294,7
Nilai Transaksi
2,15 M101,61 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
75296
Volume Ekuilibrium Indikatif
7,15 rb15

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BWPT
Lihat detail
GGRP
Lihat detail

Tentang Eagle High Plantations Tbk.

PT Eagle High Plantations Tbk formerly PT BW Plantation (the company) was established under its original name of PT Bumi Perdana Prima International base on notarial deed No.13 of Mr Paulus Widodo, S.H, dated on Nov 6, 2000. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 67 of Mr Muhamad Hanafi, S.H., dated Feb 18, 2008, concerning among others, the change in the Company’s name, par value, authorized share, paid up capital, board of commission and director, and public offering.

Selengkapnya di halaman BWPT

Tentang Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk (the Company) was established under the name of PT Gunung Naga Mas based on Notarial Deed No.229 of Chairani Bustami,S.H. dated August 20,1990 that was amended by Notarial Deed No.25 dated June 6,1991. The change from Foreign Capital Investment (“FCI”) to Domestic Capital Investment (“DCI”) has been approved by the Capital Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia in its Letter No.346/1/IP/PMDN/2016 dated December 15, 2016.

Selengkapnya di halaman GGRP