Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bukit Uluwatu Villa TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bukit Uluwatu Villa Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bukit Uluwatu Villa Tbk diperdagangkan di Rp850 (kapitalisasi pasar 20,56 T, volume 24 jam 174,7 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Bukit Uluwatu Villa Tbk jauh lebih besar — sekitar 21,7× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Bukit Uluwatu Villa Tbk lebih aktif diperdagangkan (174,7 jt vs 13,56 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BUVASQMI
Kapitalisasi Pasar
20,56 T947,79 M
Volume
174,7 jt13,56 jt
Lot
1,75 jt135,59 rb
Perputaran
149,55 M797,5 jt
Harga Rata-rata
856,0558,82
Nilai Transaksi
149,55 M797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
85057
Volume Ekuilibrium Indikatif
79,05 rb9,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BUVA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bukit Uluwatu Villa Tbk

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (the “Company”) was established in the Republic of Indonesia on December 15, 2000 based on the Notarial Deed No. 53 of Sugito Tedjamulja, S.H.. The Company’s status has been changed from foreign investment company (PMA) to domestic investment company (PMDN).

Selengkapnya di halaman BUVA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI