Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) vs Kentanix Supra International Tbk. (KSIX)

Bukit Uluwatu Villa TbkTrading
Kentanix Supra International Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bukit Uluwatu Villa Tbk dan Kentanix Supra International Tbk.: Bukit Uluwatu Villa Tbk diperdagangkan di Rp850 (kapitalisasi pasar 20,56 T, volume 24 jam 174,7 jt), sedangkan Kentanix Supra International Tbk. diperdagangkan di Rp278 (kapitalisasi pasar 602,87 M, volume 24 jam 37,6 rb). Perbedaan utamanya: Bukit Uluwatu Villa Tbk jauh lebih besar — sekitar 34,1× kapitalisasi pasar Kentanix Supra International Tbk., dan Bukit Uluwatu Villa Tbk lebih aktif diperdagangkan (174,7 jt vs 37,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BUVAKSIX
Kapitalisasi Pasar
20,56 T602,87 M
Volume
174,7 jt37,6 rb
Lot
1,75 jt376
Perputaran
149,55 M10,45 jt
Harga Rata-rata
856,05277,88
Nilai Transaksi
149,55 M10,45 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
850278
Volume Ekuilibrium Indikatif
79,05 rb10

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BUVA
Lihat detail
KSIX
Lihat detail

Tentang Bukit Uluwatu Villa Tbk

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (the “Company”) was established in the Republic of Indonesia on December 15, 2000 based on the Notarial Deed No. 53 of Sugito Tedjamulja, S.H.. The Company’s status has been changed from foreign investment company (PMA) to domestic investment company (PMDN).

Selengkapnya di halaman BUVA

Tentang Kentanix Supra International Tbk.

PT Kentanix Supra International Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 41 dated October 27, 1980 of Samsul Hadi, S.H., as amended by Deed No. 25 dated April 8, 1981 and Deed No. 10 dated October 9, 1981 of the same Notary. The Company commenced its commercial operations in 1985. PT Badra Arta, a company incorporated in Indonesia, is the parent entity of the Company.

Selengkapnya di halaman KSIX