Perbedaan Bulla dan HumidiFi: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp106,99M, volume 24 jam Rp10,84M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.172 (kapitalisasi pasar Rp266,29M, volume 24 jam Rp79,82M). Perbedaan utamanya: HumidiFi jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 230M / 1B WET (23%) milik HumidiFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan HumidiFi selama 6 Hari.
| BULLA | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,99M | Rp266,29M |
Volume (24h) | Rp10,84M | Rp79,82M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 230M / 1B WET (23%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →