Perbedaan Bulla dan Tria: Bulla diperdagangkan di Rp113,39 (kapitalisasi pasar Rp108,26M, volume 24 jam Rp9,93M), sedangkan Tria diperdagangkan di Rp145,77 (kapitalisasi pasar Rp314,08M, volume 24 jam Rp124,9M). Perbedaan utamanya: Tria jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 2,2B / 10B TRIA (22%) milik Tria. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Tria selama 3 Hari.
| BULLA | TRIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp108,26M | Rp314,08M |
Volume (24h) | Rp9,93M | Rp124,9M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 2,2B / 10B TRIA (22%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Tria adalah neobank crypto berbasis self-custody dengan mesin routing lintas chain yang memungkinkan aktivitas belanja, trading, dan earning dalam satu aplikasi. Platform ini mengatasi fragmentasi blockchain melalui teknologi BestPath yang mendukung transaksi tanpa gas dan tanpa bridging langsung dari wallet pengguna. Token TRIA digunakan untuk reward, akses layanan, dan partisipasi governance.
Selengkapnya di halaman TRIA →