Perbedaan Bulla dan Towns: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp106,99M, volume 24 jam Rp10,84M), sedangkan Towns diperdagangkan di Rp33,82 (kapitalisasi pasar Rp111,46M, volume 24 jam Rp59,49M). Perbedaan utamanya: Bulla dan Towns berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan Towns terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Towns selama 27 Hari.
| BULLA | TOWNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,99M | Rp111,46M |
Volume (24h) | Rp10,84M | Rp59,49M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 3,3B TOWNS |
Typical Hold Time | 5 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Towns Protocol adalah infrastruktur komunikasi yang dirancang untuk mendukung aplikasi pesan real-time. Protokol ini terdiri dari blockchain Layer 2 yang kompatibel dengan EVM, node stream terdesentralisasi untuk pengiriman pesan, dan smart contract di Base, salah satu Layer 2 Ethereum. Towns memungkinkan terciptanya grup percakapan terprogram yang disebut Spaces, dengan dukungan enkripsi pesan, keanggotaan on-chain, staking, dan monetisasi lewat smart contract. Dengan ini, pengguna dapat membangun platform komunikasi tanpa perantara terpusat.
Selengkapnya di halaman TOWNS →