Perbedaan Bulla dan Tensor: Bulla diperdagangkan di Rp115,04 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp566,17 (kapitalisasi pasar Rp273,65M, volume 24 jam Rp190,44M). Perbedaan utamanya: Tensor jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan Tensor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Tensor selama 34 Hari.
| BULLA | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp273,65M |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp190,44M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 487,8M TNSR |
Typical Hold Time | 5 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →