Perbedaan Bulla dan TAC Protocol: Bulla diperdagangkan di Rp113,39 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,46 (kapitalisasi pasar Rp235,62M, volume 24 jam Rp85,26M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| BULLA | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp235,62M |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp85,26M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 5 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →