Perbedaan Bulla dan Slash Vision Labs: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp106,99M, volume 24 jam Rp10,84M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp174,3 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,46M). Perbedaan utamanya: suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Bulla lebih aktif diperdagangkan (Rp10,84M vs Rp1,46M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| BULLA | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,99M | -- |
Volume (24h) | Rp10,84M | Rp1,46M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | -- |
Typical Hold Time | 5 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →