Perbedaan Bulla dan SUPRA: Bulla diperdagangkan di Rp113,39 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,78 (kapitalisasi pasar Rp121,98M, volume 24 jam Rp4,1M). Perbedaan utamanya: Bulla dan SUPRA berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 32,5B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| BULLA | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp121,98M |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp4,1M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →