Perbedaan Bulla dan Scroll: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp106,99M, volume 24 jam Rp10,84M), sedangkan Scroll diperdagangkan di Rp459,26 (kapitalisasi pasar Rp86,77M, volume 24 jam Rp32,6M). Perbedaan utamanya: Bulla lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 190M / 1B SCR (19%) milik Scroll. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Scroll selama 25 Hari.
| BULLA | SCR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,99M | Rp86,77M |
Volume (24h) | Rp10,84M | Rp32,6M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 190M / 1B SCR (19%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Scroll adalah solusi Layer 2 yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan Ethereum. Solusi ini memanfaatkan teknologi zkRollup, sebuah metode yang berperan penting dalam mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan throughput transaksi di blockchain Ethereum. Dengan menggunakan zkRollups, Scroll bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah utama yang dihadapi jaringan Ethereum saat ini, seperti gas fee yang tinggi dan kemacetan jaringan.
Selengkapnya di halaman SCR →