Perbedaan Bulla dan Roam: Bulla diperdagangkan di Rp113,39 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan Roam diperdagangkan di Rp136,06 (kapitalisasi pasar Rp48,26M, volume 24 jam Rp25,49M). Perbedaan utamanya: Bulla jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Roam, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 355,7M / 1B ROAM (36%) milik Roam. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Roam selama 6 Hari.
| BULLA | ROAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp48,26M |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp25,49M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 355,7M / 1B ROAM (36%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →