Perbedaan Bulla dan Puffer: Bulla diperdagangkan di Rp113,4 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan Puffer diperdagangkan di Rp244,87 (kapitalisasi pasar Rp118,14M, volume 24 jam Rp44,58M). Perbedaan utamanya: Bulla dan Puffer berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 483,8M / 1B PUFFER (49%) milik Puffer. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Puffer selama 11 Hari.
| BULLA | PUFFER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp118,14M |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp44,58M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 483,8M / 1B PUFFER (49%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Puffer adalah platform terdesentralisasi yang bertujuan meningkatkan skalabilitas dan keamanan Ethereum melalui solusi restaking dan rollup yang inovatif. Ekosistem ini mencakup Puffer LRT (Liquid Restaking Token) serta rangkaian produk UniFi, termasuk UniFi AVS dan UniFi Based Rollup. Token tata kelola asli, PUFFER, digunakan untuk mengelola parameter utama protokol dalam ekosistem Puffer dan UniFi. Ini mencakup pemilihan guardian dan operator restaking, kurasi AVS yang didukung, pengawasan struktur biaya, daftar putih rollup baru untuk dukungan AVS, serta pengelolaan reward ekosistem dan dana treasury.
Selengkapnya di halaman PUFFER →