Perbedaan Bulla dan IOTA: Bulla diperdagangkan di Rp113,58 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp669,31 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp136,06M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 28,2× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| BULLA | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp136,06M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 5 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →