Perbedaan Bulla dan Lagrange: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan Lagrange diperdagangkan di Rp1.040 (kapitalisasi pasar Rp200,63M, volume 24 jam Rp156,13M). Perbedaan utamanya: Lagrange lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan Lagrange terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Lagrange selama 7 Hari.
| BULLA | LA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp200,63M |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp156,13M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 193M LA |
Typical Hold Time | 5 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Lagrange mengkhususkan diri dalam pembuatan zero-knowledge proof untuk AI yang aman dan pribadi. Produk unggulannya, DeepProve, adalah sistem zkML tercepat yang memungkinkan verifikasi AI melalui zero-knowledge proofs. Lagrange juga menawarkan Jaringan ZK Prover terdesentralisasi untuk pembuatan proof yang aman dan hemat biaya, didukung oleh validator besar seperti Coinbase Cloud dan Kraken. Selain itu, ZK Coprocessor berbasis SQL memungkinkan smart contract untuk memindahkan perhitungan kompleks dan memverifikasinya secara on-chain.
Selengkapnya di halaman LA →