Perbedaan Bulla dan KiloEx: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp106,99M, volume 24 jam Rp10,84M), sedangkan KiloEx diperdagangkan di Rp66,64 (kapitalisasi pasar Rp14,15M, volume 24 jam Rp2,63M). Perbedaan utamanya: Bulla jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar KiloEx, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 211,7M / 1B KILO (22%) milik KiloEx. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan KiloEx selama 18 Hari.
| BULLA | KILO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,99M | Rp14,15M |
Volume (24h) | Rp10,84M | Rp2,63M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 211,7M / 1B KILO (22%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →KiloEx adalah bursa terdesentralisasi (DEX) generasi baru yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman ramah pengguna dalam perdagangan perpetual, dengan integrasi penuh ke Liquid Staking Token Finance (LSTfi). Platform ini menggabungkan manajemen risiko canggih, fitur perdagangan inovatif, serta kemampuan trading multi-aset yang mulus untuk mentransformasi perdagangan terdesentralisasi. KiloEx menekankan keamanan, transparansi, dan aksesibilitas, menjadikannya pilihan andal bagi trader ritel maupun institusional.
Selengkapnya di halaman KILO →