Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bulla (BULLA) vs Kaia (KAIA)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bulla dan Kaia: Bulla diperdagangkan di Rp113,4 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan Kaia diperdagangkan di Rp618,51 (kapitalisasi pasar Rp3,92T, volume 24 jam Rp77,11M). Perbedaan utamanya: Kaia jauh lebih besar — sekitar 36,6× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan Kaia terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Kaia selama 29 Hari.

BULLAKAIA
Kap. Pasar
Rp107,01MRp3,92T
Volume (24h)
Rp9,97MRp77,11M
Suplai yang Beredar
1B / 1B BULLA (100%)6,4B KAIA
Typical Hold Time
5 Hari29 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

BULLA
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 5 Hari
KAIA
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 29 Hari

Tentang Bulla

Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.

Selengkapnya di halaman BULLA

Tentang Kaia

Kaia adalah blockchain publik berperforma tinggi yang membawa Web3 lebih dekat ke jutaan pengguna di seluruh Asia. Terbentuk dari penggabungan blockchain Klaytn dan Finschia, yang awalnya dikembangkan oleh Kakao dan LINE, Kaia kini menjadi ekosistem Web3 terbesar di Asia. Platform ini terintegrasi dengan mulus dalam aplikasi pesan KakaoTalk dan LINE, yang memiliki lebih dari 250 juta pengguna gabungan. Pengguna dapat merasakan pengalaman Web3 dengan kecepatan dan kemudahan seperti Web2, semuanya langsung dari aplikasi super favorit mereka. Kaia membuka peluang bagi pengguna untuk terhubung, berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ekosistem yang berkembang.

Selengkapnya di halaman KAIA