Perbedaan Bulla dan Irys: Bulla diperdagangkan di Rp296,61 (kapitalisasi pasar Rp300,22M, volume 24 jam Rp28,66M), sedangkan Irys diperdagangkan di Rp307,38 (kapitalisasi pasar Rp778,47M, volume 24 jam Rp99,41M). Perbedaan utamanya: Irys jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan Irys terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Irys selama 2 Hari.
| BULLA | IRYS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp300,22M | Rp778,47M |
Volume (24h) | Rp28,66M | Rp99,41M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 2,6B IRYS |
Typical Hold Time | 5 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →IRYS adalah token native Irys, programmable data chain Layer 1 yang menggabungkan penyimpanan data on-chain dengan eksekusi smart contract. IrysVM memungkinkan smart contract mengakses dan berinteraksi langsung dengan data yang tersimpan untuk mendukung aplikasi seperti AI dan DeFi. IRYS digunakan untuk membayar penyimpanan data dan komputasi, mengamankan jaringan melalui staking, serta memberikan reward kepada peserta jaringan.
Selengkapnya di halaman IRYS →