Perbedaan Bulla dan IKA: Bulla diperdagangkan di Rp284,67 (kapitalisasi pasar Rp298,6M, volume 24 jam Rp27,11M), sedangkan IKA diperdagangkan di Rp46,94 (kapitalisasi pasar Rp140,82M, volume 24 jam Rp4,89M). Perbedaan utamanya: Bulla jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan IKA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan IKA selama 3 Hari.
| BULLA | IKA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp298,6M | Rp140,82M |
Volume (24h) | Rp27,11M | Rp4,89M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 3B IKA |
Typical Hold Time | 5 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →