Perbedaan Bulla dan Gitcoin: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp106,99M, volume 24 jam Rp10,84M), sedangkan Gitcoin diperdagangkan di Rp1.230 (kapitalisasi pasar Rp107,55M, volume 24 jam Rp63,28M). Perbedaan utamanya: Bulla dan Gitcoin berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan Gitcoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Gitcoin selama 23 Hari.
| BULLA | GTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,99M | Rp107,55M |
Volume (24h) | Rp10,84M | Rp63,28M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 87,5M GTC |
Typical Hold Time | 5 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →