Perbedaan Bulla dan FLOCK: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp106,99M, volume 24 jam Rp10,84M), sedangkan FLOCK diperdagangkan di Rp564,21 (kapitalisasi pasar Rp232,72M, volume 24 jam Rp32,39M). Perbedaan utamanya: FLOCK jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 413M / 1B FLOCK (42%) milik FLOCK. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan FLOCK selama 15 Hari.
| BULLA | FLOCK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp106,99M | Rp232,72M |
Volume (24h) | Rp10,84M | Rp32,39M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 413M / 1B FLOCK (42%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →FLock.io adalah platform pelatihan AI terdesentralisasi pertama yang menggabungkan Federated Learning dengan blockchain. Platform ini memungkinkan komunitas untuk melatih, membuat, dan memiliki model AI secara aman tanpa memusatkan data.
Selengkapnya di halaman FLOCK →