Perbedaan Bulla dan DigiByte: Bulla diperdagangkan di Rp301,85 (kapitalisasi pasar Rp301,61M, volume 24 jam Rp29,87M), sedangkan DigiByte diperdagangkan di Rp73,57 (kapitalisasi pasar Rp1,35T, volume 24 jam Rp43,49M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 18,4B / 21B DGB (88%) milik DigiByte. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan DigiByte selama 22 Hari.
| BULLA | DGB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp301,61M | Rp1,35T |
Volume (24h) | Rp29,87M | Rp43,49M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 18,4B / 21B DGB (88%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →