Perbedaan Bulla dan Celer Network: Bulla diperdagangkan di Rp113,78 (kapitalisasi pasar Rp107,01M, volume 24 jam Rp9,97M), sedangkan Celer Network diperdagangkan di Rp32,24 (kapitalisasi pasar Rp251,88M, volume 24 jam Rp37,67M). Perbedaan utamanya: Celer Network jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai beredar Bulla 1B / 1B BULLA (100%) dibanding 7,8B / 10B CELR (79%) milik Celer Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bulla selama 5 Hari dan Celer Network selama 53 Hari.
| BULLA | CELR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp107,01M | Rp251,88M |
Volume (24h) | Rp9,97M | Rp37,67M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B BULLA (100%) | 7,8B / 10B CELR (79%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 53 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →