Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Budi Starch Sweetener Tbk (BUDI) vs Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN)

Budi Starch Sweetener TbkTrading
Bank Pan Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Budi Starch Sweetener Tbk dan Bank Pan Indonesia Tbk: Budi Starch Sweetener Tbk diperdagangkan di Rp206 (kapitalisasi pasar 935,79 M, volume 24 jam 20,1 rb), sedangkan Bank Pan Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp880 (kapitalisasi pasar 20,62 T, volume 24 jam 5,25 jt). Perbedaan utamanya: Bank Pan Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 22× kapitalisasi pasar Budi Starch Sweetener Tbk, dan Bank Pan Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (5,25 jt vs 20,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BUDIPNBN
Kapitalisasi Pasar
935,79 M20,62 T
Volume
20,1 rb5,25 jt
Lot
20152,51 rb
Perputaran
4,18 jt4,62 M
Harga Rata-rata
207,72880,1
Nilai Transaksi
4,18 jt4,62 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
208880
Volume Ekuilibrium Indikatif
13,8 rb1,91 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BUDI
Lihat detail
PNBN
Lihat detail

Tentang Budi Starch Sweetener Tbk

PT Budi Starch & Sweetener Tbk (the Company) formerly Budi Acid Jaya (BAJ) was established based on Notarial Deed No. 15 dated January 15, 1979 of Henk Limanow, SH., public notary in Jakarta. PT Budi Starch & Sweetener Tbk is the world`s largest tapioca starch producer. BAJ is an integrated cassava based manufacturer : citric acid, modified tapioca starch and monosodium glutamate (MSG). It also produces sulphuric acid and poly propelene woven bag.

Selengkapnya di halaman BUDI

Tentang Bank Pan Indonesia Tbk

PT Bank Pan Indonesia Tbk (the Bank) was established based on Deed No. 85 dated August 17, 1971 of notary Juliaan Nimrod Siregar gelar Mangaradja, S.H. Panin (Pan Indonesia) Bank was established by the merger of three small private banks. It was one of the first banks to be granted a foreign exchange license in 1972.

Selengkapnya di halaman PNBN