Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Budi Starch Sweetener Tbk (BUDI) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Budi Starch Sweetener TbkTrading
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Budi Starch Sweetener Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Budi Starch Sweetener Tbk diperdagangkan di Rp206 (kapitalisasi pasar 935,79 M, volume 24 jam 20,1 rb), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 294,6 M, volume 24 jam 1,22 jt). Perbedaan utamanya: Budi Starch Sweetener Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,22 jt vs 20,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BUDICSIS
Kapitalisasi Pasar
935,79 M294,6 M
Volume
20,1 rb1,22 jt
Lot
20112,24 rb
Perputaran
4,18 jt199,03 jt
Harga Rata-rata
207,72162,68
Nilai Transaksi
4,18 jt199,03 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
208163
Volume Ekuilibrium Indikatif
13,8 rb186

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BUDI
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Budi Starch Sweetener Tbk

PT Budi Starch & Sweetener Tbk (the Company) formerly Budi Acid Jaya (BAJ) was established based on Notarial Deed No. 15 dated January 15, 1979 of Henk Limanow, SH., public notary in Jakarta. PT Budi Starch & Sweetener Tbk is the world`s largest tapioca starch producer. BAJ is an integrated cassava based manufacturer : citric acid, modified tapioca starch and monosodium glutamate (MSG). It also produces sulphuric acid and poly propelene woven bag.

Selengkapnya di halaman BUDI

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS