Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) vs RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index (XILV)

Bank BTPN Syariah TbkTrading
RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor IndexTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank BTPN Syariah Tbk dan RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index: Bank BTPN Syariah Tbk diperdagangkan di Rp990 (kapitalisasi pasar 7,47 T, volume 24 jam 721,2 rb), sedangkan RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index diperdagangkan di Rp100 (kapitalisasi pasar 2,16 M, volume 24 jam 189,6 rb). Perbedaan utamanya: Bank BTPN Syariah Tbk jauh lebih besar — sekitar 3458,3× kapitalisasi pasar RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index, dan Bank BTPN Syariah Tbk lebih aktif diperdagangkan (721,2 rb vs 189,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BTPSXILV
Kapitalisasi Pasar
7,47 T2,16 M
Volume
721,2 rb189,6 rb
Lot
7,21 rb1,9 rb
Perputaran
709,46 jt18,88 jt
Harga Rata-rata
983,7399,58
Nilai Transaksi
709,46 jt18,88 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
990
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,23 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BTPS
Lihat detail

Tentang Bank BTPN Syariah Tbk

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk ( BTPN Syariah or the Bank), was established under the name of PT Bank Sahabat Purba Danarta (BSPD). The change in name was based on the changes to the entire Articles of Association as set forth inNotarial Deed No. 25 dated 27 August 2013 juncto Notarial Deed No. 30 dated 25 September 2013 of Notary Hadijah, S.H.,M.Kn. The spin-off of the sharia business unit of PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk from PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk became effective on 14 July 2014 and started its operational activity based on Sharia Principles.

Selengkapnya di halaman BTPS

Tentang RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index

Selengkapnya di halaman XILV