Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank BTPN Tbk (BTPN) vs Galva Technologies Tbk. (GLVA)

Bank BTPN TbkTrading
Galva Technologies Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank BTPN Tbk dan Galva Technologies Tbk.: Bank BTPN Tbk diperdagangkan di Rp2.200 (kapitalisasi pasar 22,97 T, volume 24 jam 20 rb), sedangkan Galva Technologies Tbk. diperdagangkan di Rp298 (kapitalisasi pasar 438 M, volume 24 jam 168,1 rb). Perbedaan utamanya: Bank BTPN Tbk jauh lebih besar — sekitar 52,4× kapitalisasi pasar Galva Technologies Tbk., dan Galva Technologies Tbk. lebih aktif diperdagangkan (168,1 rb vs 20 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BTPNGLVA
Kapitalisasi Pasar
22,97 T438 M
Volume
20 rb168,1 rb
Lot
2001,68 rb
Perputaran
44,01 jt49,6 jt
Harga Rata-rata
2.200,65295,06
Nilai Transaksi
44,01 jt49,6 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.400298
Volume Ekuilibrium Indikatif
1891

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BTPN
Lihat detail
GLVA
Lihat detail

Tentang Bank BTPN Tbk

Bank Tabungan Pensiunan Nasional, PT (the company) was established by notarial deed no.31 dated Feb 16, 1985 of komar Andasasmita, SH. The Bank's Articles of Association have been amended several times, including through Notarial Deed no. 11 dated Mar 3, 2006 of notary Sutjipto, SH. The amendment is to revise the Bank's Articles of Assotiation to comply with the regulation of the Indonesia Stock Exchange and the Capital Markets Supervisory Agency and Financial Institution in relation to the planned initial public offering.The Bank started its commercial operation in banking activities since 1985. Based on the Ministry of Finance decision letter No.135/KM/11/1986, the Bank was granted a license to operate as a commercial bank.

Selengkapnya di halaman BTPN

Tentang Galva Technologies Tbk.

PT Galva Technologies Tbk (the “Company”) was established under the Deed No. 1 dated September 1, 1991 by notary Fransiscus Jacobus Mawati, S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman GLVA