Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja British American Tobacco PLC (BTI) vs Jumia Technologies AG - ADR (JMIA)

British American Tobacco PLCTrading
Jumia Technologies AG - ADRTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan British American Tobacco PLC dan Jumia Technologies AG - ADR: British American Tobacco PLC diperdagangkan di $56,92 (kapitalisasi pasar $122,96B), sedangkan Jumia Technologies AG - ADR diperdagangkan di $5,96 (kapitalisasi pasar $743,12M). Perbedaan utamanya: Jumia Technologies AG - ADR jauh lebih besar — sekitar 6043591411,8× kapitalisasi pasar British American Tobacco PLC, dan British American Tobacco PLC membagikan dividen 5,85%, sedangkan Jumia Technologies AG - ADR tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BTIJMIA
Kapitalisasi Pasar
$122,96B$743,12M
Sektor
Consumer StaplesConsumer Cyclical
Tertinggi 52 Minggu
$66,70$14,60
Terendah 52 Minggu
$50,39$5,69
Nilai Perusahaan
$166,84B$690,21M
Imbal Hasil Dividen
5,85%

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

British American Tobacco PLC

Saham BTI diperdagangkan pada $59.33 dengan kenaikan 1.02% hari ini. Rasio valuasi menunjukkan P/E 15.15 dan P/B 1.96 yang masuk akal, sementara profitabilitas kuat dengan margin laba bersih 24.99%. Teknikal menunjukkan sinyal bearish dengan harga mendekati support kunci di $58-59. Perusahaan menunjukkan momentum positif dengan tiga kuartal terakhir mengalahkan estimasi EPS, meskipun menghadapi tekanan pada arus kas operasional yang turun menjadi $6.3B pada 2025.

Outlook BTI didukung oleh pertumbuhan kategori baru seperti Velo dan Vuse, namun menghadapi risiko regulasi dan penurunan produk tradisional. Analis mayoritas merekomendasikan Buy (66.7%) dengan yield dividen menarik sekitar 5.6%. Risiko utama termasuk tekanan regulasi FDA dan restrukturisasi karyawan yang sedang berlangsung.

Jumia Technologies AG - ADR

JMIA menunjukkan performa positif dengan kenaikan harga 8.79% menjadi $6.19, namun masih dalam tren bearish secara teknis. Perusahaan terus mengalami kerugian operasional meskipun pendapatan meningkat menjadi $189 juta pada 2025. Analis memberikan konsensus beli 71% dengan target profitabilitas pada 2027. Tren keuangan menunjukkan perbaikan bertahap dalam margin kerugian dari -107% pada 2022 menjadi -31% pada 2026.

Outlook JMIA bergantung pada pencapaian target profitabilitas 2027, dengan risiko utama dari persaingan e-commerce Afrika dan volatilitas makroekonomi. Ekspansi upcountry dan kemitraan Starlink menjadi katalis potensial, namun eksekusi operasional dan pengendalian biaya tetap menjadi tantangan kritis bagi investor.

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

Tentang British American Tobacco PLC

Setelah mengakuisisi Reynolds American, British American Tobacco kini sejajar dengan Philip Morris International sebagai perusahaan tembakau publik terbesar di dunia, di mana pemasukan bersih BAT sedikit lebih besar dibandingkan PMI, tapi volume tembakau totalnya sedikit lebih kecil. Global Drive Brands dari British American adalah Dunhill, Kent, Pall Mall, Lucky Strike, dan Rothmans, dan mereka juga memiliki Newport dan Camel di AS. Firma ini juga menjual vapor e-cigarette, termasuk brand Vype, tembakau berpemanas, Glo, dan produk rokok linting sendiri dan bebas asap. Perusahaan ini memegang 31% kepemilikan ITC Limited, perusahaan rokok terkemuka di India.

Selengkapnya di halaman BTI

Tentang Jumia Technologies AG - ADR

Jumia Technologies AG adalah platform e-commerce lintas Afrika. Platform perusahaan ini meliputi sebuah marketplace yang menghubungkan penjual dengan pembeli. Jasa logistik mereka memungkinkan pengiriman dan pengantaran paket dari penjual ke pembeli, serta layanan pembayaran yang menfasilitasi transaksi antar pengguna aktif platform tersebut di beberapa pasar. Jumia meraup pemasukan dari penjualan barang, komisi, pemenuhan barang, layanan tambahan, serta pemasaran dan iklan. Segmen geografis mereka ada di Afrika Barat, Afrika Utara, Afrika Timur dan Selatan, Eropa, dan Uni Emirat Arab, dengan pemasukan terbanyak berasal dari wilayah Afrika Barat.

Selengkapnya di halaman JMIA