Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja British American Tobacco PLC (BTI) vs Jumia Technologies AG - ADR (JMIA)

British American Tobacco PLCTrading
Jumia Technologies AG - ADRTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan British American Tobacco PLC dan Jumia Technologies AG - ADR: British American Tobacco PLC diperdagangkan di $58,8 (kapitalisasi pasar $124,84B), sedangkan Jumia Technologies AG - ADR diperdagangkan di $6,87 (kapitalisasi pasar $848,39M). Perbedaan utamanya: Jumia Technologies AG - ADR jauh lebih besar — sekitar 6795818647,9× kapitalisasi pasar British American Tobacco PLC, dan British American Tobacco PLC membagikan dividen 5,74%, sedangkan Jumia Technologies AG - ADR tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BTIJMIA
Kapitalisasi Pasar
$124,84B$848,39M
Sektor
Consumer StaplesConsumer Cyclical
Tertinggi 52 Minggu
$66,70$14,60
Terendah 52 Minggu
$50,39$4,45
Nilai Perusahaan
$166,06B$795,49M
Imbal Hasil Dividen
5,74%

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

British American Tobacco PLC

Saham BTI diperdagangkan di $58.95, turun 1.78% dalam 24 jam terakhir. Secara teknis, sinyal keseluruhan bearish dengan indikator moving average yang negatif. Fundamental menunjukkan valuasi menarik dengan P/E 12.79 dan margin laba bersih 30.32%, namun pendapatan 2024 turun menjadi $25.87B. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan pemotongan 5.500 pekerjaan sebagai bagian dari restrukturisasi (Reuters, 29 Juni 2026).

Outlook BTI didukung valuasi rendah dan dividen yield 5%+, namun menghadapi tekanan regulasi dan penurunan volume rokok tradisional. Pertumbuhan kategori baru seperti Velo menjadi katalis, tetapi risiko regulasi FDA dan beban utang $36.36B membayangi prospek jangka panjang. Analis mayoritas merekomendasikan buy (66.7%) meski sinyal teknis bearish.

Jumia Technologies AG - ADR

JMIA diperdagangkan di $6.71, turun 4.28% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis bearish. Perusahaan menunjukkan perbaikan fundamental dengan margin laba kotor 54.75% dan peningkatan pendapatan menjadi $189 juta pada 2025, meski masih rugi bersih $61.55 juta. Target profitabilitas pada 2027 mendapat dukungan dari ekspansi dan kemitraan Starlink, sementara analis mayoritas memberikan rekomendasi beli (71.43%).

Outlook JMIA didorong oleh potensi pertumbuhan pasar Afrika yang besar dan progres menuju profitabilitas, namun risiko tinggi dari rugi berkelanjutan, margin negatif, dan volatilitas pasar memerlukan kehati-hatian. Investor dapat melihat peluang jangka panjang jika eksekusi bisnis berhasil, tetapi harus siap dengan fluktuasi harga yang signifikan.

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Tentang British American Tobacco PLC

Setelah mengakuisisi Reynolds American, British American Tobacco kini sejajar dengan Philip Morris International sebagai perusahaan tembakau publik terbesar di dunia, di mana pemasukan bersih BAT sedikit lebih besar dibandingkan PMI, tapi volume tembakau totalnya sedikit lebih kecil. Global Drive Brands dari British American adalah Dunhill, Kent, Pall Mall, Lucky Strike, dan Rothmans, dan mereka juga memiliki Newport dan Camel di AS. Firma ini juga menjual vapor e-cigarette, termasuk brand Vype, tembakau berpemanas, Glo, dan produk rokok linting sendiri dan bebas asap. Perusahaan ini memegang 31% kepemilikan ITC Limited, perusahaan rokok terkemuka di India.

Selengkapnya di halaman BTI

Tentang Jumia Technologies AG - ADR

Jumia Technologies AG adalah platform e-commerce lintas Afrika. Platform perusahaan ini meliputi sebuah marketplace yang menghubungkan penjual dengan pembeli. Jasa logistik mereka memungkinkan pengiriman dan pengantaran paket dari penjual ke pembeli, serta layanan pembayaran yang menfasilitasi transaksi antar pengguna aktif platform tersebut di beberapa pasar. Jumia meraup pemasukan dari penjualan barang, komisi, pemenuhan barang, layanan tambahan, serta pemasaran dan iklan. Segmen geografis mereka ada di Afrika Barat, Afrika Utara, Afrika Timur dan Selatan, Eropa, dan Uni Emirat Arab, dengan pemasukan terbanyak berasal dari wilayah Afrika Barat.

Selengkapnya di halaman JMIA