Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Bumi Teknokultura Unggul TbkTrading
Sumi Indo Kabel Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bumi Teknokultura Unggul Tbk dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Bumi Teknokultura Unggul Tbk diperdagangkan di Rp10 (kapitalisasi pasar 462,77 M, volume 24 jam 42,64 jt), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp565 (kapitalisasi pasar 679,32 M, volume 24 jam 83,5 rb). Perbedaan utamanya: Sumi Indo Kabel Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Bumi Teknokultura Unggul Tbk lebih aktif diperdagangkan (42,64 jt vs 83,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BTEKIKBI
Kapitalisasi Pasar
462,77 M679,32 M
Volume
42,64 jt83,5 rb
Lot
426,36 rb835
Perputaran
454,59 jt47,29 jt
Harga Rata-rata
10,66566,29
Nilai Transaksi
454,59 jt47,29 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
10560
Volume Ekuilibrium Indikatif
90,22 rb1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BTEK
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Bumi Teknokultura Unggul Tbk

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (the Company) was established based on notarial deed No.12 dated June 6, 2001 of Rusman, SH., notary in Jakarta. The Minister of Justice of the Republic of Indonesia approved the deed of establishment in his decision dated April 23, 2002 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No.80 Supplement No.9565 dated Oct 7, 2003. The latest changes in the articles of association of the Company was based on notarial deed No.51 dated October 21, 2003 of Rini Yulianti SH, notary in Jakarta, regarding with public offering.

Selengkapnya di halaman BTEK

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI