Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Of India Indonesia Tbk. (BSWD) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Bank Of India Indonesia Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Of India Indonesia Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Bank Of India Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp1.250 (kapitalisasi pasar 4,97 T, volume 24 jam 200), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Bank Of India Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (382 rb vs 200). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSWDJAWA
Kapitalisasi Pasar
4,97 T1,87 T
Volume
200382 rb
Lot
23,82 rb
Perputaran
250 rb43,65 jt
Harga Rata-rata
1.250114,26
Nilai Transaksi
250 rb43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.250115
Volume Ekuilibrium Indikatif
294

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSWD
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Bank Of India Indonesia Tbk.

PT Bank of India Indonesia Tbk (formerly PT Bank Swadesi Tbk) was established based on notarial deed No. 20 dated September 28, 1968 of Njoo Sioe Liep, S.H., notary in Surabaya, under the name of PT Bank Pasar Swadesi. Officially operate as general banking on September 2nd 1989. On 1992 the corporate began the money changer business. And on November 11th 1994 the corporate officially operated as foreign exchange bank.

Selengkapnya di halaman BSWD

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA