Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Baramulti Suksessarana TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Baramulti Suksessarana Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Baramulti Suksessarana Tbk diperdagangkan di Rp4.310 (kapitalisasi pasar 11,15 T, volume 24 jam 852,4 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.260 (kapitalisasi pasar 10,06 T, volume 24 jam 688,4 rb). Perbedaan utamanya: Baramulti Suksessarana Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Baramulti Suksessarana Tbk lebih aktif diperdagangkan (852,4 rb vs 688,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSSRRLCO
Kapitalisasi Pasar
11,15 T10,06 T
Volume
852,4 rb688,4 rb
Lot
8,52 rb6,88 rb
Perputaran
3,66 M2,25 M
Harga Rata-rata
4.297,323.273,17
Nilai Transaksi
3,66 M2,25 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.3103.260
Volume Ekuilibrium Indikatif
11215

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSSR
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Baramulti Suksessarana Tbk

PT. Baramulti Suksessarana (the "Company") was established in the Republic of Indonesia on October 31, 1990 based on the Notarial Deed no.68 of H.A Kadir Usman, S.H.The Company's Articles of Association have been amended several times, the most recent amendment of which was covered by Notarial Deed no.16 of Dirhamdan, S.H., dated December 29, 2011, regarding the increase in authorized share capital and issued and fully paid share capital.

Selengkapnya di halaman BSSR

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO