Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bintang Samudera Mandiri Lines TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk diperdagangkan di Rp520 (kapitalisasi pasar 952,87 M, volume 24 jam 18,7 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk lebih aktif diperdagangkan (18,7 jt vs 13,56 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSMLSQMI
Kapitalisasi Pasar
952,87 M947,79 M
Volume
18,7 jt13,56 jt
Lot
187,04 rb135,59 rb
Perputaran
9,68 M797,5 jt
Harga Rata-rata
517,7558,82
Nilai Transaksi
9,68 M797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
52057
Volume Ekuilibrium Indikatif
319,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSML
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk

PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 101 of Fransiskus Djoenardi, S.H., dated November 17, 2007. The Company has started its operations since 2017.

Selengkapnya di halaman BSML

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI