Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) vs Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT)

Bintang Samudera Mandiri Lines TbkTrading
Enseval Putera Megatrading Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk dan Enseval Putera Megatrading Tbk.: Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk diperdagangkan di Rp520 (kapitalisasi pasar 952,87 M, volume 24 jam 18,7 jt), sedangkan Enseval Putera Megatrading Tbk. diperdagangkan di Rp2.330 (kapitalisasi pasar 6,23 T, volume 24 jam 3,1 rb). Perbedaan utamanya: Enseval Putera Megatrading Tbk. jauh lebih besar — sekitar 6,5× kapitalisasi pasar Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk, dan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk lebih aktif diperdagangkan (18,7 jt vs 3,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSMLEPMT
Kapitalisasi Pasar
952,87 M6,23 T
Volume
18,7 jt3,1 rb
Lot
187,04 rb31
Perputaran
9,68 M7,21 jt
Harga Rata-rata
517,752.325,48
Nilai Transaksi
9,68 M7,21 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
520
Volume Ekuilibrium Indikatif
31

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSML
Lihat detail
EPMT
Lihat detail

Tentang Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk

PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 101 of Fransiskus Djoenardi, S.H., dated November 17, 2007. The Company has started its operations since 2017.

Selengkapnya di halaman BSML

Tentang Enseval Putera Megatrading Tbk.

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk, formerly PT Arya Gupta Cempaka, was established based on deed No. 64 dated October 26, 1998 of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya,SH, notary public in Jakarta. The company’s articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 200 dated June 30, 1997 of Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notary public in Jakarta, concerning the changes of the company’s articles of association to comply with Corporate Law no. 1 year 1995, the increase in the company’s authorized capital and the change in par value per share from Rp 1,000 to Rp 500.

Selengkapnya di halaman EPMT