Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) vs Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)

Bintang Samudera Mandiri Lines TbkTrading
Baramulti Suksessarana TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk dan Baramulti Suksessarana Tbk: Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk diperdagangkan di Rp520 (kapitalisasi pasar 952,87 M, volume 24 jam 18,7 jt), sedangkan Baramulti Suksessarana Tbk diperdagangkan di Rp4.310 (kapitalisasi pasar 11,15 T, volume 24 jam 852,4 rb). Perbedaan utamanya: Baramulti Suksessarana Tbk jauh lebih besar — sekitar 11,7× kapitalisasi pasar Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk, dan Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk lebih aktif diperdagangkan (18,7 jt vs 852,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSMLBSSR
Kapitalisasi Pasar
952,87 M11,15 T
Volume
18,7 jt852,4 rb
Lot
187,04 rb8,52 rb
Perputaran
9,68 M3,66 M
Harga Rata-rata
517,754.297,32
Nilai Transaksi
9,68 M3,66 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
5204.310
Volume Ekuilibrium Indikatif
31112

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSML
Lihat detail
BSSR
Lihat detail

Tentang Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk

PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 101 of Fransiskus Djoenardi, S.H., dated November 17, 2007. The Company has started its operations since 2017.

Selengkapnya di halaman BSML

Tentang Baramulti Suksessarana Tbk

PT. Baramulti Suksessarana (the "Company") was established in the Republic of Indonesia on October 31, 1990 based on the Notarial Deed no.68 of H.A Kadir Usman, S.H.The Company's Articles of Association have been amended several times, the most recent amendment of which was covered by Notarial Deed no.16 of Dirhamdan, S.H., dated December 29, 2011, regarding the increase in authorized share capital and issued and fully paid share capital.

Selengkapnya di halaman BSSR