Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Sinarmas Tbk (BSIM) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bank Sinarmas TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Sinarmas Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bank Sinarmas Tbk diperdagangkan di Rp695 (kapitalisasi pasar 13,56 T, volume 24 jam 16,1 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Bank Sinarmas Tbk jauh lebih besar — sekitar 14,3× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,56 jt vs 16,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSIMSQMI
Kapitalisasi Pasar
13,56 T947,79 M
Volume
16,1 rb13,56 jt
Lot
161135,59 rb
Perputaran
11,29 jt797,5 jt
Harga Rata-rata
700,9958,82
Nilai Transaksi
11,29 jt797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
70057
Volume Ekuilibrium Indikatif
19,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSIM
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bank Sinarmas Tbk

PT Bank Sinarmas (the company) was established under its original name of PT Bank Shinta Indonesia base on notarial deed No.52 of Mr Buniarti Tjandra, S.H, dated on 18 Aug, 1989. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No.31 of Sutjipto, S.H., dated Apr 6 2010, concerning among others, change in par value, the name of the company, and public offering.

Selengkapnya di halaman BSIM

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI