Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bumi Serpong Damai TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bumi Serpong Damai Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bumi Serpong Damai Tbk diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 11,96 T, volume 24 jam 14,95 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Bumi Serpong Damai Tbk jauh lebih besar — sekitar 12,6× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Bumi Serpong Damai Tbk lebih aktif diperdagangkan (14,95 jt vs 13,56 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSDESQMI
Kapitalisasi Pasar
11,96 T947,79 M
Volume
14,95 jt13,56 jt
Lot
149,47 rb135,59 rb
Perputaran
8,38 M797,5 jt
Harga Rata-rata
560,7658,82
Nilai Transaksi
8,38 M797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
55557
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,58 rb9,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSDE
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bumi Serpong Damai Tbk

PT Bumi Serpong Damai Tbk (the company) was established on January 16, 1984 based on the Notarial Deed No. 50 of Benny Kristianto, S.H., a public notary in Jakarta. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 01 of Tarwiyah, S.H., dated Jan 25, 2008, concerning company's public offering.

Selengkapnya di halaman BSDE

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI