Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Bumi Serpong Damai TbkTrading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bumi Serpong Damai Tbk dan Summarecon Agung Tbk.: Bumi Serpong Damai Tbk diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 11,96 T, volume 24 jam 14,95 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp290 (kapitalisasi pasar 4,79 T, volume 24 jam 8,87 jt). Perbedaan utamanya: Bumi Serpong Damai Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Summarecon Agung Tbk., dan Bumi Serpong Damai Tbk lebih aktif diperdagangkan (14,95 jt vs 8,87 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSDESMRA
Kapitalisasi Pasar
11,96 T4,79 T
Volume
14,95 jt8,87 jt
Lot
149,47 rb88,74 rb
Perputaran
8,38 M2,58 M
Harga Rata-rata
560,76291,2
Nilai Transaksi
8,38 M2,58 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
555290
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,58 rb866

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSDE
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Bumi Serpong Damai Tbk

PT Bumi Serpong Damai Tbk (the company) was established on January 16, 1984 based on the Notarial Deed No. 50 of Benny Kristianto, S.H., a public notary in Jakarta. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 01 of Tarwiyah, S.H., dated Jan 25, 2008, concerning company's public offering.

Selengkapnya di halaman BSDE

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA