Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Bumi Serpong Damai TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bumi Serpong Damai Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Bumi Serpong Damai Tbk diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 11,96 T, volume 24 jam 14,95 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Bumi Serpong Damai Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Bumi Serpong Damai Tbk lebih aktif diperdagangkan (14,95 jt vs 382 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSDEJAWA
Kapitalisasi Pasar
11,96 T1,87 T
Volume
14,95 jt382 rb
Lot
149,47 rb3,82 rb
Perputaran
8,38 M43,65 jt
Harga Rata-rata
560,76114,26
Nilai Transaksi
8,38 M43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
555115
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,58 rb94

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSDE
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Bumi Serpong Damai Tbk

PT Bumi Serpong Damai Tbk (the company) was established on January 16, 1984 based on the Notarial Deed No. 50 of Benny Kristianto, S.H., a public notary in Jakarta. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 01 of Tarwiyah, S.H., dated Jan 25, 2008, concerning company's public offering.

Selengkapnya di halaman BSDE

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA