Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) vs Timah Tbk. (TINS)

Wulandari Bangun Laksana TbkTrading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Wulandari Bangun Laksana Tbk dan Timah Tbk.: Wulandari Bangun Laksana Tbk diperdagangkan di Rp52 (kapitalisasi pasar 1,3 T, volume 24 jam 8,31 jt), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.500 (kapitalisasi pasar 25,92 T, volume 24 jam 33,64 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 19,9× kapitalisasi pasar Wulandari Bangun Laksana Tbk, dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (33,64 jt vs 8,31 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BSBKTINS
Kapitalisasi Pasar
1,3 T25,92 T
Volume
8,31 jt33,64 jt
Lot
83,09 rb336,36 rb
Perputaran
424,91 jt118,14 M
Harga Rata-rata
51,143.512,42
Nilai Transaksi
424,91 jt118,14 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
523.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,32 rb12,86 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BSBK
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Wulandari Bangun Laksana Tbk

PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (the “Company”) was established under the name PT Dwipagrya Lestari in Jakarta based on Deed No. 21 dated September 7, 1994 by Linda Ibrahim, S.H., Notary in Jakarta. The Company commended its commercial operations on 2005.

Selengkapnya di halaman BSBK

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS