Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Barito Pacific Tbk (BRPT) vs Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Barito Pacific TbkTrading
Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Barito Pacific Tbk dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk: Barito Pacific Tbk diperdagangkan di Rp1.690 (kapitalisasi pasar 158,43 T, volume 24 jam 93,45 jt), sedangkan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.245 (kapitalisasi pasar 2,22 T, volume 24 jam 909,7 rb). Perbedaan utamanya: Barito Pacific Tbk jauh lebih besar — sekitar 71,4× kapitalisasi pasar Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, dan Barito Pacific Tbk lebih aktif diperdagangkan (93,45 jt vs 909,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BRPTIPCC
Kapitalisasi Pasar
158,43 T2,22 T
Volume
93,45 jt909,7 rb
Lot
934,53 rb9,1 rb
Perputaran
159,35 M1,12 M
Harga Rata-rata
1.705,081.232,55
Nilai Transaksi
159,35 M1,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.6901.245
Volume Ekuilibrium Indikatif
23,3 rb86

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BRPT
Lihat detail
IPCC
Lihat detail

Tentang Barito Pacific Tbk

PT. Barito Pasific Timber Tbk was established on April 4th, 1979. It is an integrated wood based product manufacturer with diversified products such as plywood, block board, particleboard, phenolic film faced plywood and wood working. The Company started its commercial operations in 1983.

Selengkapnya di halaman BRPT

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC