Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) vs Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Bank Syariah Indonesia TbkTrading
Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Syariah Indonesia Tbk dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk: Bank Syariah Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp1.730 (kapitalisasi pasar 79,23 T, volume 24 jam 9,56 jt), sedangkan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.245 (kapitalisasi pasar 2,22 T, volume 24 jam 909,7 rb). Perbedaan utamanya: Bank Syariah Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 35,7× kapitalisasi pasar Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, dan Bank Syariah Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (9,56 jt vs 909,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BRISIPCC
Kapitalisasi Pasar
79,23 T2,22 T
Volume
9,56 jt909,7 rb
Lot
95,64 rb9,1 rb
Perputaran
16,64 M1,12 M
Harga Rata-rata
1.7401.232,55
Nilai Transaksi
16,64 M1,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.7301.245
Volume Ekuilibrium Indikatif
9,17 rb86

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BRIS
Lihat detail
IPCC
Lihat detail

Tentang Bank Syariah Indonesia Tbk

PT Bank BRISyariah Tbk (the Bank) is located in Jakarta, Indonesia, and initially established under the name of PT Bank Jasa Arta (BJA) based on the Deed of Establishment No. 4 dated April 3, 1969 of Liem Toeng Kie, S.H., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman BRIS

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC