Perbedaan Brevis dan JOE: Brevis diperdagangkan di Rp1.328 (kapitalisasi pasar Rp332,02M, volume 24 jam Rp232,19M), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp491,95 (kapitalisasi pasar Rp224,52M, volume 24 jam Rp82,18M). Perbedaan utamanya: Brevis lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Brevis 250M / 1B BREV (25%) dibanding 457,2M / 500M JOE (92%) milik JOE. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Brevis selama 6 Hari dan JOE selama 31 Hari.
| BREV | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp332,02M | Rp224,52M |
Volume (24h) | Rp232,19M | Rp82,18M |
Suplai yang Beredar | 250M / 1B BREV (25%) | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Brevis adalah platform komputasi terverifikasi yang memungkinkan komputasi berskala besar dan trustless di ekosistem blockchain, data, dan AI. Platform ini menjalankan program dan kueri data secara off-chain dan memverifikasinya secara on-chain menggunakan zero-knowledge proof, sehingga menghadirkan biaya dan latensi yang jauh lebih rendah tanpa mengorbankan keamanan.
Selengkapnya di halaman BREV →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →